Kejahatan vs CCTV

10:09 am

PEKANBARU,KOMPAS.com- Kemajuan teknologi alat perekam CCTV untuk mengendalikan kejahatan, ternyata sudah diimbangi pemahaman maling untuk mengantisipasinya. Setidaknya itu terjadi di Pekanbaru, hari Senin (28/5/1012) malam.

Untungnya handphone dan tablet yang dicuri itu bukan barang baru, melainkan punya pelanggan yang rusak untuk diservis.

Sebuah toko elektronik di Jalan M Yamin Pekanbaru, dibobol maling. Sebanyak delapan unit telepon genggam dan komputer tablet hilang tanpa bekas.

Semula Cing Cing, pemilik toko dan polisi merasa yakin, kasus itu segera dapat dipecahkan, mengingat toko yang berjarak sekitar 200 meter dari Markas Polisi Resor Kota Pekanbaru itu, memiliki alat perekam CCTV yang ditempatkan pada salah satu sudut ruangan.

Namun keyakinan itu pupus takala melihat hard disk di tempat penyimpanan ruangan dalam toko juga ikut lenyap. Tim identifasi Polresta Pekanbaru yang berada di lokasi kejadian mengungkapkan, hilangnya hard disk sedikit menyulitkan proses penyelidikan. Namun, polisi masih memiliki alat bukti lain berupa sidik jari pelaku.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, Ajun Komisaris A Fajar Satria mengungkapkan, pihaknya masih mengembangkan proses penyelidikan lapangan. Beberapa orang saksi sudah dimintai keterangan.

Menurut keterangan pegawai toko, setiap malam bangunan itu tidak dihuni. Pemilik tidur dirumahnya di tempat lain. Toko dibuka pada pukul 11 dan tutup pada pukul 21. Setelah itu toko dibiarkan kosong.

“Untungnya handphone dan tablet yang dicuri itu bukan barang baru, melainkan punya pelanggan yang rusak untuk diservis. Hand phone dan tabket baru disimpan dalam brankas,” ujar pegawai toko yang enggan disebut namanya.

Kasus pembobolan toko elektronik di Kota Pekanbaru sudah sering terjadi. Hanya saja, kasus maling yang membawa lari hard disk rekaman CCTV baru pertama kali terjadi. Maling ternyata semakin melek teknologi.